DZIKIR-DZIKIR SETELAH SHALAT
Setelah salam membaca istigfar sebanyak tiga kali
kemudian mengucapkan,
اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ
السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu
kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.”
(Sahih; H.R. Muslim, no. 591)
Patut diperhatikan bahwa lafal zikir di atas tidak
boleh ditambah dengan kata-kata:
وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا
رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاّمِ
Hal itu dikarenakan lafal tersebut tidak berasal dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Misykatul
Mashabih, 1:303; Hasyiyah Ath-Thahawi ‘alal Maraqiy, 2:311.
– Kemudian mengucapkan,
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا
يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan
Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah
sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang
Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk
(menebus) siksaan-Mu.” (Sahih; H.R. Bukhari, no. 6862; Muslim, no. 593;
An-Nasa’i, no. 1341)
– Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian
menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah
melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan
pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam
Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,
مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ
صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ
اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ
الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ
وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ
كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
“Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan
bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga
berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka
kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R.
Muslim, no. 597)
– Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk membaca
lafal tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, Anda bisa juga
mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amru radhiallahu
‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ
مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا
قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا
وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا
“Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya
akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang
mampu konsisten mengamalkannya. (Perkara yang pertama) adalah bertasbih,
bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan
shalat fardhu.” (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi,
no. 2714)
– Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash,
Al-Falaq, dan An-Nas.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ
صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ
يَمُوْتَ
“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai
menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk
surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no.
7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)
Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku
agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan
An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no.
1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)
Kami menyarankan kepada Bapak Suparno untuk memiliki
buku kecil Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id Al-Qahthani yang
memuat zikir-zikir yang sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam yang alhamdulillah telah banyak diterjemahkan. Jika ingin
mengetahui beberapa ketentuan fikih yang terkait dengan zikir dan doa, Bapak
bisa mencari buku Wirid dan Dzikir karya Ustadz Yazid bin
Abdul Qadir Jawwaz yang diterbitkan Pustaka Imam
Syafi’i. Semoga dimudahkan.
Bacaan Doa Setelah
Sholat Muhammadiyah
Doa sesudah sholat menurut Muhammadiyah memiliki rangkaian yang amat
panjang, mulai dari doa istighfar, suratan pendek, hingga dzikir-dzikir
lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasannya di bawah ini.
Berikut adalah teks, lafadz, bacaan, doa sesudah sholat menurut Muhammadiyah
yang benar sesuai sunnah berdasarkan hadist shahih. Doa sehabis sholat
Muhammadiyah ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia
lengkap.
1. Istighfar
أَسْتَغْفِرُالله 3x
Astaghfirulloh
Artinya:
“Aku memohon ampun pada Alloh.”
اللَّهُمَّ
أَنْتَ السَّلاَم وَمِنْكَ السّلاَم تَبَارَكْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ
Allohumma antas salaam waminkas salaam tabaarokta yaa dzaljalaali wal ikrom
Artinya:
“Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan, Maha Berkah Engkau
wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”
اللهُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ هُوَالحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ
تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ
أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ
بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموتِ وَالأَرْضِ وَلاَ يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا
وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْم
\
Allahu laa ilaha ilallah huwal khayum qoyyumu laa ta' hudzu
sinatuwwalaa naum lahu maa fissamawati wamaa filardhi mandzaladzii
yasfa'u 'indahu ilaa bi idznihi ya'lamu ma baina aidihim wa ma kholfahum ma ma
yukhiithuuna bisyain min 'ilmihi ilaa bimaa syaa wasin'a kursiyyuhus
samawati wal ardhi walaa yauduhu khiftuhma wahuwal 'aliyyul 'adhiim
Artinya:
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah
Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala
pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan
kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan
benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya
nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi
dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya,
meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”
2. Surat Al-Ikhlas
بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ
أَحَدٌ>>للَّهُ الصَّمَدُ>> لَمْ
يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ>> وَلَمْ
يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد
Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu
kufuwan ahad.
Artinya:
“Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung
kepada-Nya segal sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan
tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.”
3. Surat Al Falaq
بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
الْفَلَقِ>> مِن شَرِّ مَا خَلَقَ>>
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ>> وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ>>
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa
waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa
hasada.
Artinya:
"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh,
dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam
apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang
menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila
ia dengki."
4. Surat An Naas
بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
النَّاسِ>> مَلِكِ النَّاسِ>>
إِلَهِ النَّاسِ>> مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ>> الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ>> مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil
khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.
Artinya:
“Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai)
manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang
biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari
(golongan) jin dan manusia.”
سُبْحَانَ
اللهِ….. 33x
Subhanallah
Artinya:
“Maha suci Allah.”
الْحَمْدُ
لِلَّهِ….. 33x
Alhamdulillah
Artinya:
“Segala puji bagi Allah.”
اللهُ أَكْبَر…..
33x
Allahu akbar
Artinya:
“Allah Maha Besar.”
لاَإِلَهَ إِلاَّ الله
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ
شَيءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahul hamdu wahuwa
‘ala kulli syai’in qodiir
Artinya:
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu
bagi-Nya. Milik-Nya “
Keutamaan Doa Sesudah
Sholat Muhammadiyah
Doa setelah sholat menurut Muhammadiyah ini memiliki keutamaan dan manfaat
luar biasa, salah satunya bisa menghapuskan dosa yang pernah diperbuat dan dosa
yang mungkin akan diperbuat ke depannya.
Selain itu, di dalam doa ini kita juga mengakui bahwa Allah SWT adalah
satu-satunya Tuhan yang esa, Tuhan yang tiada duanya, dan hanya satu-satunya.
Ini akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.
Kemudian di dalam doa ini juga ada banyak sekali puji-pujian yang ditujukan
kepada Allah SWT, mulai dari subhanallah, alhamdulillah, dan allahu akbar yang
menjadikan kita semakin yakin bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah
ciptaan-Nya.
Kesimpulan
Demikian penjelasan dari doa setelah sholat muhammadiyah, bacaan sholat muhammadiyah, 9 doa
setelah sholat fardhu, bacaan doa setelah sholat fardhu dan artinya pdf, doa
setelah sholat (pdf), doa sesudah sholat fardhu yang pendek, doa setelah sholat
subuh latin, doa setelah sholat fardhu panjang, doa setelah sholat subuh sesuai
sunnah.
Do’a dan Dzikir Setelah Shalat Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid
Diantara
dzikir dan do'a yang dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam
adalah dzikir yang dikerjakan setelah melaksanakan shalat fardhu atau shalat
wajib lima waktu. Berikut ini dzikir dan do'a yang dapat kita amalkan seusai melaksanakan
shalat fardhu.
1. Membaca
Istighfar Tiga Kali
ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ
“Aku
mohon ampunan kepada Allah, Aku mohon ampunan kepada Allah, Aku mohon ampunan
kepada Allah”.
2.
Mengucapkan "Allahumma Antas Salaam …"
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻼَﻝِ
ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ
“Ya
Allah, Engkau lah Yang Maha Damai, dan dari-Mu jua (datang) kedamaian; Maha
Banyak berkah-Mu wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan”.
3. Membaca
Bacaan "Laa Ilaaha Illallah …"
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ
ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﻨِّﻌْﻤَﺔُ ﻭَﻟَﻪُ
ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ
ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ
“Tiada
Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala
kekuasaan, dan Dia pula yang memiliki segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan hanya Allah. Dialah
yang memiliki nikmat dan Dia pula yang memiliki segala keutamaan, dan Dia yang
memiliki segala pujian yang indah. Tiada Tuhan selain Allah dengan
mengikhlaskan agama kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci”.
4. Membaca
"Laa Ilaaha Illallah …"
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻻََّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ
ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﻣَﺎﻧِﻊَ ﻟِﻤَﺎ ﺃَﻋْﻄَﻴْﺖَ ﻭَﻻَ ﻣُﻌْﻄِﻲَ
ﻟِﻤَﺎ ﻣَﻨَﻌْﺖَ ﻭَﻻَ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﺪِّ ﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟْﺠَﺪُّ
“Tiada
Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala
kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada satupun yang menghalangi apa saja yang
Engkau berikan, dan tidak ada satupun yang dapat memberi apa saja yang Engkau
halangi. Dan kekayaan itu tidak berguna bagi pemiliknya (untuk menyelamatkan
diri) dari (siksa)Mu”.
5. Membaca
Tasbih, Tahmid dan Takbir
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ
ﺍﻟﻠﻪِ ( x33 ) ، ﺍَﻟَْﺤَﻤْﺪَُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ( x33
) ، ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ( x33 )
“
Maha suci Allah (33 kali), segala puji bagi Allah (33 kali), Allah Maha Besar
(33 kali).
6. Membaca
"Laa ilaaha illallah ..."
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ
ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ
“Tiada
Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memiliki segala
kekuasaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu”
7. Membaca
Do’a "Allahumma innii a'uudzu bika minal bukhli …"
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺒُﺨْﻞِ ﻭَﺍَﻋُﻮْﺫُﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ
ﺃَﻥْ ﺃُﺭَﺩَّ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﺫَﻝِ ﺍﻟْﻌُﻤُﺮِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
“Ya
Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil, aku berlindung kepada-Mudari
sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari usia pikun, aku berlindung
kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur”.
8. Membaca
Do’a "Allahumma A’innii 'alaa dzikrika …"
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻋِﻨِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻛْﺮِﻙَ ﻭَﺷُﻜْﺮِﻙَ ﻭَﺣُﺴْﻦِ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻚَ
“
Ya Allah tolonglah aku dalam mengingat kepada-Mu, dalam bersyukur kepada-Mu,
dan melakukan ibadah yang baik kepada-Mu”.
9. Membaca
"Rabbi Qinii 'adzaabaka … "
ﺭَﺏِّ
ﻗِﻨِﻲ ﻋَﺬَﺍﺑَﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺒْﻌَﺚُ ﺃَﻭْ ﺗَﺠْﻤَﻊُ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
“Tuhan
kami lindungilah kami dari adzabmu, pada hari Engkau bangkitkan atau Engkau
kumpulkan hamba-hambaMu”.
10. Membaca
Ayat Kursi
اللَّهُ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا
نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا
خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya
apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah
tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak
merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar” . [1]
11. Membaca
Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas)
- QS.
Al-Ikhlas: 1-4
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ
يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
“Katakanlah:
“Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada
seorangpun yang setara dengan Dia.”
- QS.
Al-Falaq: 1-5
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ
غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن
شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿﴾٥
Katakanlah:
“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, Dari kejahatan makhluk-Nya,
Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,Dan dari kejahatan
wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan
pendengki bila ia dengki.”
- QS. An-Nas:
1-6
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ
أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ
الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ
الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ٥
“Katakanlah: “Aku berlidung
kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan
manusia.Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,Yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Dari (golongan) jin dan manusia.”
--------------------
Alasan Dalil :
1. Membaca Istighfar Tiga Kali
ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ
ﺍﻟﻠَّﻪَ
2. Mengucapkan Allahumma Antas Salaam…
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ
ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻼَﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ
Berdasarkan hadits dari Tsauban:
ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻧْﺼَﺮَﻑَ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ
ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪُ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻟِﻠْﺄَﻭْﺯَﺍﻋِﻲِّ ﻛَﻴْﻒَ
ﺍﻟْﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭُ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ
“Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: “Adalah Rasulullah saw
apabila selesai melaksanakan shalatnya beliau mengucapkan Astaghfirullah tiga
kali, kemudian mengucapkan: Allahumma antas salaam, wa minkas-salaam tabaarakta
Dzal-jalaali wal-ikraam” . [2]
ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﺼَﺮِﻑَ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺙَ
ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ
ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ
“Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: “Adalah Rasulullah saw apabila
selesai melaksanakan shalatnya beliau mengucapkan Astaghfirullah tiga kali,
kemudian mengucapkan: Allahumma antas salaam, wa minkas-salaam tabaarakta
Dzal-jalaali wal-ikraam ”.
Dalam riwayat ibnu Numair,( ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ ) Yaa dzal jalaali wal ikraam , juga dari
abdul Harits bin ‘Abdis Shamad dari jalur ‘Aisyah menggunakan lafadz, Ya dzal
jalaali wal ikraam ”. [3]
3. Membaca Bacaan Laa Ilaaha Illallah…
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ
ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ
ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﻨِّﻌْﻤَﺔُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ
Berdasarkan hadits dari Abu Zubair :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻋِﻨِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻛْﺮِﻙَ ﻭَﺷُﻜْﺮِﻙَ ﻭَﺣُﺴْﻦِ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻚَ
“
Ya Allah tolonglah aku dalam mengingat kepada-Mu, dalam bersyukur kepada-Mu,
dan melakukan ibadah yang baik kepada-Mu”.
9. Membaca
"Rabbi Qinii 'adzaabaka … "
ﺭَﺏِّ
ﻗِﻨِﻲ ﻋَﺬَﺍﺑَﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺒْﻌَﺚُ ﺃَﻭْ ﺗَﺠْﻤَﻊُ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
“Tuhan
kami lindungilah kami dari adzabmu, pada hari Engkau bangkitkan atau Engkau
kumpulkan hamba-hambaMu”.
10. Membaca
Ayat Kursi
اللَّهُ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا
نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا
خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya
apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah
tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak
merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar” . [1]
11. Membaca
Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas)
- QS.
Al-Ikhlas: 1-4
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ
يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
“Katakanlah:
“Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada
seorangpun yang setara dengan Dia.”
- QS.
Al-Falaq: 1-5
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ
غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن
شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿﴾٥
Katakanlah:
“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, Dari kejahatan makhluk-Nya,
Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,Dan dari kejahatan
wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan
pendengki bila ia dengki.”
- QS. An-Nas:
1-6
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ
أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ
الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ
الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ٥
“Katakanlah: “Aku berlidung
kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan
manusia.Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,Yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Dari (golongan) jin dan manusia.”
--------------------
Alasan Dalil :
1. Membaca Istighfar Tiga Kali
ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ
ﺍﻟﻠَّﻪَ
2. Mengucapkan Allahumma Antas Salaam…
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ
ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻼَﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ
Berdasarkan hadits dari Tsauban:
ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻧْﺼَﺮَﻑَ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ
ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪُ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻟِﻠْﺄَﻭْﺯَﺍﻋِﻲِّ ﻛَﻴْﻒَ
ﺍﻟْﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭُ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ
“Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: “Adalah Rasulullah saw
apabila selesai melaksanakan shalatnya beliau mengucapkan Astaghfirullah tiga
kali, kemudian mengucapkan: Allahumma antas salaam, wa minkas-salaam tabaarakta
Dzal-jalaali wal-ikraam” . [2]
ﻋَﻦْ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥَ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﺼَﺮِﻑَ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﺛَﻠَﺎﺙَ
ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ
ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ
“Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata: “Adalah Rasulullah saw
apabila selesai melaksanakan shalatnya beliau mengucapkan Astaghfirullah tiga
kali, kemudian mengucapkan: Allahumma antas salaam, wa minkas-salaam tabaarakta
Dzal-jalaali wal-ikraam ”.
Dalam riwayat ibnu Numair,( ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻠَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻛْﺮَﺍﻡِ ) Yaa dzal jalaali wal ikraam , juga dari
abdul Harits bin ‘Abdis Shamad dari jalur ‘Aisyah menggunakan lafadz, Ya dzal
jalaali wal ikraam ”. [3]
3. Membaca Bacaan Laa Ilaaha Illallah…
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ
ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ
ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﻨِّﻌْﻤَﺔُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ
ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ
Berdasarkan hadits dari Abu Zubair :
ﻋﻦ ﺳَﻌْﺪِ ﻳُﻌَﻠِّﻢُ ﺑَﻨِﻴﻪِ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﻌَﻠِّﻢُ ﺍﻟْﻤُﻌَﻠِّﻢُ
ﺍﻟْﻐِﻠْﻤَﺎﻥَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺑَﺔَ ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَﻌَﻮَّﺫُ ﻣِﻨْﻬُﻦَّ ﺩُﺑُﺮَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﺃُﺭَﺩَّ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﺫَﻝِ
ﺍﻟْﻌُﻤُﺮِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ
ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
“Dari
Sa’ad bin Abi Waqqas r.a ia mengajarkan pada anaknya beberapa kalima, lalu ia
berkata sesungguhnyaRasulullah SAW, ia memohon perlindungan dari beberapa hal
setelah selesai shalat (dengan mewmbaca):” Allahumma inii a’u-dzubika minal
jubni wa a’u-dzubika an uradda ila- adzalil ‘umuri wa a’u-dzubika min fitnatid
dunya- wa a’u-dzubika min ‘udza-bil qabri ”[7]
Dalam satu
riwayat yang juga bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqash Imam Bukhari dan beberapa
perawi hadits lainnya meriwayatkan dengan tanpa kalimat ﺩُﺑُﺮَ
ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ :
ﻋَﻦْ
ﺳَﻌْﺪِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﻭَﻗَّﺎﺹٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﻬَﺆُﻟَﺎﺀِ
ﺍﻟْﺨَﻤْﺲِ ﻭَﻳُﺤَﺪِّﺛُﻬُﻦَّ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺒُﺨْﻞِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ
ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﺃُﺭَﺩَّ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﺫَﻝِ ﺍﻟْﻌُﻤُﺮِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ
ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
“Dari
Sa’ad bin Abi Waqqas r.a ia menyuruh memohon perlindungan dari lima perkara,
dan ia menyampaikan hadits tentang lima perkara itu dari nabi saw; Allahumma
inii a’u-dzubika minal bukhli wa a’u-dzubika munal jubni wa a’u-dzubika an
uradda ila- adzalil ‘umuri wa a’u-dzubika min fitnatid dunya- wa a’u-dzubika
min ‘udza-bil qabri“.
8. Membaca
Do’a Allahumma A’innii…
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺃَﻋِﻨِّﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻛْﺮِﻙَ ﻭَﺷُﻜْﺮِﻙَ ﻭَﺣُﺴْﻦِ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻚَ
Berdasarkan
hadits dari Mu’adz bin Jabbal:
ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﺫِ ﺑْﻦِ ﺟَﺒَﻞٍ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﻣُﻌَﺎﺫُ
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄُﺣِﺒُّﻚَ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄُﺣِﺒُّﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃُﻭﺻِﻴﻚَ ﻳَﺎ
ﻣُﻌَﺎﺫُ ﻟَﺎ ﺗَﺪَﻋَﻦَّ ﻓِﻲ ﺩُﺑُﺮِ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻋِﻨِّﻲ
ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻛْﺮِﻙَ ﻭَﺷُﻜْﺮِﻙَ ﻭَﺣُﺴْﻦِ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻚَ ﻭَﺃَﻭْﺻَﻰ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﻣُﻌَﺎﺫٌ
ﺍﻟﺼُّﻨَﺎﺑِﺤِﻲَّ ﻭَﺃَﻭْﺻَﻰ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺼُّﻨَﺎﺑِﺤِﻲُّ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ
“Dari Muadz
bin Jabbal bahwasanya Rasulullah saw memegang tangannya, lalu ia berkata;”
Mu’adz, demi Allah aku sungguh menyukaimu wahai Mu’adz. Kemudian ia berkata
lagi:”Aku akan memberi pesan kepadamu, wahai mu’adz, setiap selesai shalat
janganlah kamu tinggalkan mengucapkan Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wahusni
‘ibaadatik .[8]
9. Membaca
Rabbi Qinii….
ﺭَﺏِّ ﻗِﻨِﻲ ﻋَﺬَﺍﺑَﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺒْﻌَﺚُ
ﺃَﻭْ ﺗَﺠْﻤَﻊُ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
"Tuhan
kami lindungilah kami dari adzabmu, pada hari Engkau bangkitkan atau Engkau
kumpulkan hamba-hambaMu”.
Berdasarkan
hadits dari Bara’:
ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﻛُﻨَّﺎ ﺇِﺫَﺍ
ﺻَﻠَّﻴْﻨَﺎ ﺧَﻠْﻒَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﺣْﺒَﺒْﻨَﺎ
ﺃَﻥْ ﻧَﻜُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﻳَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻳُﻘْﺒِﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺴَﻤِﻌْﺘُﻪُ
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺏِّ ﻗِﻨِﻲ ﻋَﺬَﺍﺑَﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺒْﻌَﺚُ ﺃَﻭْ ﺗَﺠْﻤَﻊُ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ
Dari Bara ia
berkata adalah kami apabila shalat dibelakang rasulullah SAW, kami menyukai
berada di (samping) kanan beliau, karena beliau akan menghadapkan wajahnya ke
arah kami. Ia berkata, lalu aku mendengar beliau mengucapkan “Rabbi qinii
‘adzaabaka yauma tab’atsu au tajma’u ‘ibaadak”. [9]
10. Membaca
Ayat Kursi
Berdasarkan
hadits dari Abu Umamah:
ﻋﻦ ﺃﺑﻰ
ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ، ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢْ ”:
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺁﻳَﺔَ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲِّ ﺩُﺑُﺮَ ﻛُﻞِّ ﺻَﻼﺓٍ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑَﺔٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻤْﻨَﻌْﻪُ
ﻣِﻦْ ﺩُﺧُﻮﻝِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﺇِﻻ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ” ،
"Abu
Umamah berkata: Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang membaca ayat kursi
diakhir shalat wajib, tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga
sampai mati”.[10]
11. Membaca
Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas)
Berdasarkan
hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir:
ﻋَﻦْ
ﻋُﻘْﺒَﺔَ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﻣِﺮٍ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﺃَﻗْﺮَﺃَ ﺍﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺍﺕِ ﺩُﺑُﺮَ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ
“Diriwayatkan
dari ‘Uqbah ibn ‘Amir ia berkata: “Rasulullah saw menyuruhku untuk membaca
surat Mu’awwidzaat (al Ikhlas, al Falak, dan an Naas) pada setiap selesai
shalat”. [11]
-------------------------------------
Foot note:
[1] QS. Al Baqarah: 255
[2] HR. Muslim (al Masajid Wa Mawadli’us Shalat: 931),
Tirmidzi (As Shalat : 276), Abu Daud (As Shalat: 1292), Ibnu Majjah (iqaamatus
Shalat wa Sunnati fiha: 918), Ahmad (Musnad Ahmad: 21374), Ad Darimi (As
Shalat: 1314)
[3] HR. Muslim, Ahmad dan Ad Darimi
[4] HR. Muslim (al Masaajid wa Mawadli’us Shalat: 935), Abu
Dawud (As Shalat: 1288), An Nasa’I (As Sahwu : 122 & 123), dan Ahmad
(Musnad: 15523 & 15538).
[5] HR. Bukhari (al Adzan : 799, Ad da’awat : 5855, al
I’tisham bil kitab wa Sunnah : 6748), Muslim (al Masaajid wa Mawadli’us Shalat:
933 & 934), juga diriwayatkan oleh An Nasa’I, Abu Dawud, Ahmad, dan Ad
Darimi
[6] HR. Muslim (al Masaajid wa Mawadli’us Shalat: 939), Abu
Dawud (As Shalat: 1286), Ahmad (Musnad: 8478 & 9878), Muwatha imam Malik
(al Nidaa lis Shalat: 439).
[7] Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari (al Jihaad was
sair : 2610), Tirmidzi (ad Da’awaat : 3490), An Nasa’i (al Isti’adzat : 5352
& 5384)
[8] HR. Abu Dawud (As Shalat: 1301) dan Ahmad (Musnad:
21103). Dalam beberapa riwayat yang juga bersumber dari Mu’adz bin Jabbal tanpa
kalimat ﺩُﺑُﺮِ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ , akan tetapi ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ , lalu Ibnul Qayyim berpendapat bahwa do’a tersebut bisa dibaca
dalam shalat dan setelah shalat (Zaadul Ma’ad)
[9] HR. Muslim (Shalat al Musaafir wa Qashrihaa: 1159), dan
Ahmad (Musnad: 17819 & 17962)
[10] HR. Nasa’I dan Thabrani, jilid 7 hal. 122. Hadits
tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dengan sanad Hasan. (lihat kitab
Zaadul Ma’aad, karya Ibnul Qayyim Al Jauziyyah hal. 293)
[11] HR. Tirmidzi (Fadlaailul Qur’an an Rasulullah :2828), An
Nasa’i (al Sahwu :1319), dan Abu Dawud (al Shalah: 1302).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar